Kebijakan Pertahanan
Dinamika Aliansi AUKUS Phase 2 dan Dampaknya terhadap Keseimbangan Kekuatan serta Politik Pertahanan Indonesia
Pengembangan AUKUS memasuki fase kedua yang melibatkan integrasi teknologi yang lebih maju seperti kecerdasan artifisial, kemampuan cyber, dan sistem hipersonik di antara Amerika Serikat, Inggris, dan Australia. Kehadiran aliansi teknologi-militer ini secara signifikan mengubah landscape keamanan Indo-Pasifik, menciptakan lapisan kompetisi strategis baru di luar dinamika tradisional AS-China. Untuk Indonesia, ini memunculkan pertanyaan kompleks mengenai netralitas dan kemandirian strategis. Jakarta harus menghadapi tekanan untuk tidak memihak sambil tetap menjaga kemampuan deteksi dan respons terhadap aktivitas militer intensif di sekitar laut dan udara wilayahnya. Implikasi jangka pendek adalah peningkatan kebutuhan untuk modernisasi sistem sensor dan komunikasi TNI. Jangka panjang, Indonesia mungkin perlu merumuskan postur pertahanan yang lebih jelas yang mampu menjamin kedaulatan tanpa terjebak dalam logika aliansi yang eksklusif.