Kebijakan Pertahanan
Dinamika Kekuatan Pertahanan Vietnam: Modernisasi Militer dan Implikasinya bagi Keseimbangan Kekuatan di Laut China Selatan
Vietnam, dalam beberapa tahun terakhir, secara konsisten meningkatkan belanja pertahanan dan melakukan modernisasi militer yang signifikan, dengan fokus pada kekuatan laut dan udara. Pengadaan kapal selam Kilo-class baru, korvet Gepard, serta pesawat tempur dan sistem rudal pertahanan pantai dari berbagai sumber (Rusia, India, Israel) mengubah kalkulus lokal di Laut China Selatan. Modernisasi 'semua arah' ini adalah respon langsung terhadap tekanan China dan upaya meningkatkan daya tawar dalam sengketa. Peningkatan kapabilitas Vietnam menciptakan keseimbangan kekuatan (balance of power) yang lebih kompleks di sub-kawasan, yang bisa berdampak dua arah bagi Indonesia. Di satu sisi, Vietnam yang lebih kuat dapat menjadi penyeimbang alami (natural counterweight) terhadap dominasi China, yang secara tidak langsung meredakan tekanan ke wilayah Natuna. Di sisi lain, peningkatan aktivitas militer semua pihak meningkatkan risiko insiden dan eskalasi tidak sengaja di perairan yang juga dilalui kapal Indonesia. Indonesia perlu memantau dinamika ini dengan cermat dan memperkuat kerjasama keamanan maritim bilateral dengan Vietnam, sambil tetap menjaga prinsip tidak ikut serta dalam sengketa teritorial pihak lain. Stabilitas di Laut China Selatan tetap menjadi kepentingan nasional tertinggi Indonesia.