Perspektif Global & Regional
Kebangkitan Global Selatan: Rekonfigurasi Blok Politik dan Peluang bagi Diplomasi Indonesia
Tren geopolitik yang menonjol dalam beberapa tahun terakhir adalah kebangkitan 'Global Selatan' (Global South) sebagai kekuatan kolektif dalam tata kelola dunia. Kelompok negara-negara berkembang dan berkembang dari Asia, Afrika, dan Amerika Latin semakin vokal menuntut representasi yang lebih adil dalam institusi internasional seperti PBB, IMF, dan Bank Dunia, serta menolak untuk dipaksa memilih dalam persaingan AS-China. Ekspansi BRICS yang menerima anggota baru dan revitalisasi kelompok seperti G77 menunjukkan dinamika baru di luar kerangka aliansi tradisional Barat. Tempo.co menganalisis peran Indonesia dalam arus multipolar ini.
Dinamika internal Global Selatan beragam, mencakup negara dengan sistem politik dan ekonomi yang sangat berbeda. Namun, mereka disatukan oleh keprihatinan bersama mengenai ketidaksetaraan global, perubahan iklim, keamanan pangan, dan reformasi tata kelola ekonomi dunia. Indonesia, dengan sejarah non-blok yang kuat, ekonomi terbesar di ASEAN, dan keanggotaan di G20, berada pada posisi unik untuk menjembatani kepentingan Global Selatan dengan agenda global utama. Diplomasi Indonesia sering mengedepankan isu-isu substantif seperti pembangunan berkelanjutan, hak atas pembangunan, dan solidaritas Islam.
Implikasi strategis bagi Indonesia sangat besar. Pertama, kebangkitan Global Selatan memberikan ruang manuver yang lebih luas bagi Indonesia untuk melaksanakan politik luar negeri 'bebas aktif' tanpa tekanan berlebihan dari kekuatan besar. Kedua, ini membuka peluang untuk membentuk agenda dan norma internasional yang lebih sejalan dengan kepentingan negara berkembang, misalnya dalam aturan perdagangan digital, tata kelola laut, dan pembiayaan iklim. Ketiga, Indonesia dapat memanfaatkan forum seperti KTT ASEAN, Gerakan Non-Blok (NAM), dan kerja sama Selatan-Selatan untuk memperkuat solidaritas dan menciptakan koalisi isu (issue-based coalition) yang efektif. Tantangannya adalah menjaga koherensi dan menghindari fragmentasi di antara negara-negara Global Selatan sendiri, serta memastikan bahwa retorika kebangkitan diterjemahkan menjadi hasil konkret yang meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia dan mitra-mitranya.
Entitas yang disebut
Organisasi: PBB, IMF, Bank Dunia, BRICS, G77, ASEAN, G20, Gerakan Non-Blok (NAM), KTT ASEAN
Lokasi: Indonesia, Global Selatan, Asia, Afrika, Amerika Latin, AS, China