Kebijakan Pertahanan

Kebangkitan Kerja Sama Keamanan Trilateral AS-Jepang-Filipina: Analisis terhadap Arsitektur Keamanan Indo-Pasifik

14 Mei 2026 Amerika Serikat, Jepang, Filipina, Indo-Pasifik 9 views
Kebangkitan Kerja Sama Keamanan Trilateral AS-Jepang-Filipina: Analisis terhadap Arsitektur Keamanan Indo-Pasifik
Pelaksanaan latihan militer bersama pertama antara Amerika Serikat, Jepang, dan Filipina di Laut China Selatan menandai konsolidasi signifikan dari kerangka kerja sama keamanan trilateral yang baru diaktifkan. Latihan ini berfokus pada anti-submarine warfare (ASW) dan maritime domain awareness (MDA), secara eksplisit ditujukan untuk meningkatkan deterrence dan interoperability dalam menanggapi 'aktivitas coercive' di perairan sengketa. Analisis geopolitik melihat perkembangan ini sebagai bagian dari strategi AS untuk mengembangkan 'latticework' atau jaringan aliansi yang saling terkait dan fleksibel (minilateralism) di Indo-Pasifik, melengkapi aliansi hub-and-spoke tradisional. Keterlibatan Jepang, dengan kapasitas maritime self-defense force yang maju, menunjukkan ekspansi peran keamanannya di luar wilayah langsung. Bagi ASEAN, khususnya Indonesia, kemunculan minilateral ini adalah pedang bermata dua. Di satu sisi, dapat memberikan counterbalance terhadap kekuatan yang dianggap assertive dan membantu menjaga hukum internasional. Di sisi lain, hal ini berpotensi meminggirkan sentralitas ASEAN dan memicu pembentukan blok-blok keamanan yang kaku, yang justru dapat meningkatkan tensi dan mempersulit diplomasi kawasan. Indonesia perlu secara cermat mengamati dan mungkin terlibat secara selektif dalam inisiatif serupa yang bersifat inklusif dan transparan, sambil terus mendorong ASEAN untuk memperkuat arsitektur keamanannya sendiri yang berbasis dialog dan preventif conflict.

Entitas yang disebut

Organisasi: Amerika Serikat, Jepang, Filipina, ASEAN

Lokasi: Laut China Selatan, Indo-Pasifik