Kebijakan Pertahanan

Kebijakan Pertahanan Australia Pasca AUKUS: Meningkatkan Deterensi dan Meningkatkan Ketegangan Regional?

08 April 2026 Australia, Indo-Pasifik 2 views
Kebijakan Pertahanan Australia Pasca AUKUS: Meningkatkan Deterensi dan Meningkatkan Ketegangan Regional?
Australia secara konsisten mengimplementasikan pilar-pilar AUKUS, termasuk rencana ambisius untuk memperoleh kapal selam bertenaga nuklir (SSN) dan kerja sama mendalam dalam teknologi canggih seperti hypersonics, AI, dan quantum computing. Defence Strategic Review (DSR) terbaru Australia semakin menegaskan postur defensif yang lebih forward-leaning, dengan anggaran pertahanan yang terus meningkat untuk membangun kemampuan proyeksi kekuatan dan deterensi dalam radius yang lebih luas, mencakup seluruh Indo-Pasifik. Langkah ini secara teoretis dimaksudkan untuk menciptakan deterensi yang lebih kredibel terhadap potensi agresi, tetapi dalam praktiknya telah ditafsirkan oleh China sebagai bagian dari upaya containment AS dan meningkatkan risiko perlombaan senjata di kawasan. Akuisisi SSN, yang memiliki daya tahan dan stealth superior, secara khusus dipandang sebagai pengubah permainan (game-changer) yang dapat mengganggu keseimbangan kekuatan maritim di perairan Asia Tenggara dan Laut China Selatan. Implikasi bagi Indonesia bersifat langsung dan tidak langsung. Secara langsung, peningkatan kemampuan proyeksi Australia berarti aktivitas militer yang lebih sering di perairan dan udara di sekitar Indonesia, yang memerlukan peningkatan kewaspadaan dan kapasitas monitoring. Secara tidak langsung, postur Australia yang lebih ofensif dapat memicu respons dari China yang meningkatkan aktivitas militernya di sekitar Natuna atau perairan lainnya, sehingga mempertinggi ketegangan di wilayah yang menjadi kepentingan vital Indonesia. Indonesia perlu memperkuat dialog keamanan bilateral dengan Australia melalui forum seperti Indonesia-Australia High Level Committee (HLC) untuk memastikan transparansi, membangun confidence-building measures, dan menyelaraskan persepsi tentang stabilitas kawasan. Tanpa komunikasi yang efektif, peningkatan kapabilitas Australia bisa dirasakan sebagai ancaman potensial, bukan sebagai kontribusi untuk stabilitas kolektif.

Entitas yang disebut

Organisasi: AUKUS, Defence Strategic Review (DSR), Indonesia-Australia High Level Committee (HLC)

Lokasi: Australia, China, Indonesia, Asia Tenggara, Laut China Selatan, Natuna