Geo-Politik

Konflik Myanmar yang Berkepanjangan: Ujian Solidaritas dan Kepemimpinan ASEAN

27 Mei 2026 Myanmar, Asia Tenggara 9 views
Konflik Myanmar yang Berkepanjangan: Ujian Solidaritas dan Kepemimpinan ASEAN
Konflik internal Myanmar yang terus berlarut-larut telah menjadi ujian terberat bagi solidaritas dan kredibilitas ASEAN dalam menjalankan peran sentralnya di kawasan. Konsensus Lima Poin (Five-Point Consensus) yang diadopsi pada April 2021 praktis mandek, sementara kekerasan antara junta militer, kelompok etnis bersenjata, dan pemerintahan persatuan (NUG) semakin meluas. Dinamika ini diperumit oleh kepentingan geopolitik eksternal, dengan China dan Rusia yang cenderung mendukung junta, sementara AS dan sekutu Barat memberikan dukungan politik kepada oposisi. Bagi Indonesia, sebagai anggota besar dan sering menjadi penengah di ASEAN, konflik ini menimbulkan dilema antara prinsip non-intervensi dan tanggung jawab untuk mencegah krisis kemanusiaan serta ketidakstabilan yang meluas ke kawasan. Implikasi jangka pendek termasuk potensi gelombang pengungsi ke negara tetangga dan gangguan perdagangan di wilayah perbatasan. Secara jangka panjang, kegagalan ASEAN mengatasi krisis ini dapat merusak relevansi organisasi, mendorong intervensi kekuatan luar yang lebih dalam, dan pada akhirnya mengganggu visi Indo-Pasifik yang stabil dan damai yang menjadi kepentingan strategis Indonesia.