Geo-Ekonomi
KTT BRICS 2025 dan Ekspansi Keanggotaan: Menuju Tata Ekonomi Global Multipolar dan Tantangan bagi G20
KTT BRICS di Kazan, Rusia, yang mengukuhkan masuknya beberapa negara baru termasuk Indonesia, Mesir, dan Ethiopia, menandai momen penting dalam pergeseran arsitektur tata kelola global. Blok yang diperluas ini mewakili porsi signifikan dari populasi, PDB, dan cadangan sumber daya alam dunia. Agenda utamanya meliputi penguatan New Development Bank (NDB), peningkatan penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan, dan pembentukan mekanisme pembayaran alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS. Keikutsertaan Indonesia di dalamnya adalah manifestasi dari politik bebas-aktif yang proyektif, mencari ruang manuver di luar kerangka Barat-sentris. Namun, keanggotaan ganda di BRICS dan G20 menempatkan Indonesia pada posisi unik sekaligus menantang: harus mampu menjembatani kepentingan antara blok 'Global South' yang ingin reformasi dengan negara-negara maju yang mempertahankan status quo. Keberhasilan BRICS dalam menciptakan institusi yang efektif, bukan hanya wacana, akan menentukan sejauh mana multipolaritas benar-benar terwujud.