Kebijakan Pertahanan
Peningkatan Kehadiran Militer Jepang di ASEAN: Implikasi bagi Keseimbangan Kekuatan di Indo-Pasifik
Dalam 12 bulan terakhir, Jepang secara bertahap meningkatkan kehadiran dan engagement militernya di kawasan ASEAN, termasuk melalui latihan bersama yang lebih kompleks dengan negara-negara seperti Indonesia, Filipina, dan Vietnam, serta peningkatan bantuan capacity building untuk maritim. Konteks global dari tindakan ini adalah respon Jepang terhadap tekanan geopolitik dari China di Laut China Selatan dan Taiwan, serta keinginan untuk memperkuat poros dengan AS dalam menjaga keseimbangan kekuatan. Dinamika aktor menunjukkan bahwa Jepang, dengan kekuatan konvensional yang solid dan teknologi tinggi, berusaha menjadi 'stabilizer' sekunder di kawasan, melengkapi peran utama Amerika Serikat. Kepentingan strategis Indonesia dalam hal ini adalah dualistik: mendapat manfaat dari peningkatan kapabilitas melalui kerja sama, tetapi juga harus menjaga agar kawasan tidak menjadi arena kompetisi militer yang terlalu panas yang dapat mengganggu stabilitas dan prioritas ekonomi ASEAN. Implikasi jangka panjangnya adalah kemungkinan ASEAN harus mengelola hubungan yang lebih kompleks dengan berbagai kekuatan militer eksternal, yang dapat menguji prinsip 'centrality' ASEAN.
Entitas yang disebut
Organisasi: ASEAN, AS
Lokasi: Jepang, Indonesia, Filipina, Vietnam, China, Laut China Selatan, Taiwan, Indo-Pasifik