Kebijakan Pertahanan
Pergeseran Aliansi di Indo-Pasifik: Analisis Terhadap Peningkatan Kerja Sama Pertahanan Quad dan Respons China
Peningkatan frekuensi dan kompleksitas latihan militer bersama kelompok Quad (AS, Jepang, India, Australia) mencerminkan komitmen strategis yang mendalam untuk menjaga tatanan berbasis aturan di Indo-Pasifik. Analisis [reuters.com](https://www.reuters.com/world/asia-pacific/analysis-quad-exercise-signals-deeper-strategic-commitment-2026-05-28/) menunjukkan ini bukan aliansi militer formal, namun koordinasi operasional dan kapabilitas yang makin terintegrasi berpotensi mengubah peta keseimbangan kekuatan. Dinamika aktor ditandai oleh respons China yang melihat Quad sebagai upaya pembentukan 'NATO Asia' dan meningkatkan kehadiran serta kemitraan militernya sendiri di kawasan, misalnya dengan negara-negara Kepulauan Pasifik. Bagi Indonesia, perkembangan ini bersifat ambivalen. Di satu sisi, aktivitas Quad dapat berfungsi sebagai penyeimbang terhadap ekspansi pengaruh militer China, yang sejalan dengan kepentingan Indonesia untuk mencegah satu kekuatan dominan. Di sisi lain, Indonesia berprinsip pada politik luar negeri bebas-aktif dan khawatir eskalasi persaingan blok akan memicu ketegangan dan memaksa negara-negara ASEAN memilih pihak. Implikasi jangka panjangnya adalah Indo-Pasifik yang semakin terpolarisasi, yang menyulitkan posisi negara-negara tengah seperti Indonesia. Diplomasi Indonesia harus bekerja ekstra keras untuk menjembatani dialog, mendorong inklusivitas, dan memastikan stabilitas kawasan tidak dikorbankan untuk kepentingan kompetisi kekuatan besar.
Entitas yang disebut
Organisasi: Quad, AS, NATO, ASEAN
Lokasi: Indo-Pasifik, China, Indonesia, Jepang, India, Australia, Kepulauan Pasifik