Kebijakan Pertahanan

Pergeseran Strategi Pertahanan Maritim Indonesia: Modernisasi Armada dan Ancaman Non-Tradisional di Laut Natuna

01 Juni 2026 Indonesia, Laut Natuna, China 3 views
Pergeseran Strategi Pertahanan Maritim Indonesia: Modernisasi Armada dan Ancaman Non-Tradisional di Laut Natuna
Dalam 12 bulan terakhir, pemerintah Indonesia secara signifikan meningkatkan anggaran pertahanan maritim, dengan fokus pada modernisasi armada kapal selam dan sistem radar di Laut Natuna. Langkah ini merupakan respon langsung terhadap aktivitas kapal Coast Guard dan militer China yang semakin rutin di zona ekonomi eksklusif (EEZ) Natuna, meskipun tidak berada dalam klaim teritorial Indonesia. Analisis menunjukkan bahwa ancaman telah bergeser dari konfrontasi terbuka ke 'gray zone' tactics, berupa patroli semi-militer dan tekanan ekonomi. Konteks globalnya adalah persaingan antara visi 'Global Maritime Fulcrum' Indonesia dengan ambisi China sebagai kekuatan maritim dominan. Dinamika aktor melibatkan TNI AL yang berusaha menjaga keseimbangan antara deterrence dan diplomasi, serta ASEAN yang belum memiliki mekanisme tanggap kolektif terhadap operasi gray zone. Implikasi bagi Indonesia adalah kebutuhan untuk mengintegrasikan strategi pertahanan maritim dengan kebijakan ekonomi dan energi, karena Natuna juga merupakan wilayah potensi cadangan gas.

Entitas yang disebut

Organisasi: TNI AL, ASEAN

Lokasi: Indonesia, Laut Natuna, China