Geo-Politik

Persaingan AS-Tiongkok di Pasifik: Diplomasi Kepulauan dan Ancaman Terhadap Solidaritas ASEAN

06 April 2026 Kawasan Pasifik, Amerika Serikat, Tiongkok, Asia Tenggara
Persaingan AS-Tiongkok di Pasifik: Diplomasi Kepulauan dan Ancaman Terhadap Solidaritas ASEAN
Kawasan Pasifik, yang lama diabaikan, kini menjadi arena persaingan geopolitik sengit antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Kedua kekuatan besar tersebut secara agresif memperebutkan pengaruh di negara-negara kepulauan kecil seperti Kiribati, Solomon Islands, dan Fiji melalui janji bantuan infrastruktur, keamanan, dan pembangunan. Perebutan ini memuncak dengan perjanjian keamanan Tiongkok-Solomon Islands 2022 dan pembukaan kembali kedutaan AS di Solomon Islands serta kunjungan tingkat tinggi yang intensif. Persaingan ini tidak hanya tentang akses diplomatik, tetapi juga tentang kontrol wilayah maritim yang luas dan sumber daya laut, serta posisi strategis untuk proyeksi kekuatan militer di Samudera Pasifik. Dinamika aktor ini menciptakan tekanan baru bagi solidaritas dan 'centrality' ASEAN. Beberapa negara anggota ASEAN, seperti Filipina dan Vietnam, sangat terlibat dalam persaingan Laut China Selatan dengan Tiongkok dan cenderung melihat keamanan Pasifik sebagai bagian dari kontinum ancaman. Sementara itu, Indonesia dan negara ASEAN maritim lainnya memiliki kepentingan langsung terhadap stabilitas jalur laut yang menghubungkan Samudera Hindia dan Pasifik melalui perairan Indonesia. Namun, ASEAN sebagai institusi menghadapi kesulitan untuk merumuskan respons kolektif karena kurangnya kapasitas dan mandat langsung di kawasan Pasifik, serta prioritas internal yang berbeda-beda. Implikasi bagi Indonesia dan ASEAN bersifat strategis. Pertama, militerisasi Pasifik dapat mendorong eskalasi yang akhirnya tumpah ke perairan Asia Tenggara, mengganggu stabilitas regional. Kedua, negara-negara Pasifik mungkin 'terpaksa' memilih pihak, yang dapat mengikis prinsip non-alignment yang juga dianut banyak negara ASEAN. Bagi Indonesia, yang memiliki perbatasan maritim dengan Papua Nugini (negara Pasifik), perkembangan ini adalah ancaman langsung di pintu belakang. Indonesia perlu mengaktifkan diplomasi Pasifiknya yang selama ini kurang menonjol, mungkin dengan memanfaatkan kemitraan dalam Forum Melanesian Spearhead Group (MSG) dan meningkatkan bantuan pembangunan serta kerja sama keamanan maritim dengan negara-negara Pasifik. Kegagalan melakukannya dapat membuat ASEAN semakin terpinggirkan dalam arsitektur keamanan Indo-Pasifik yang lebih luas, dan membiarkan kekuatan besar luar menentukan masa depan lingkungan strategis terdekat Indonesia.

Entitas yang disebut

Organisasi: ASEAN

Lokasi: Amerika Serikat, Tiongkok, Pasifik, Kiribati, Solomon Islands, Fiji, Laut China Selatan, Filipina, Vietnam, Indonesia, Samudera Hindia, Asia Tenggara, Papua Nugini