Kebijakan Pertahanan
Revitalisasi ANZUS dan Implikasinya bagi Stabilitas Keamanan di Pasifik Selatan
Pakta keamanan ANZUS (Australia, New Zealand, US) mengalami revitalisasi operasional pada awal 2026 dengan fokus baru pada Pasifik Selatan, mencakup peningkatan patroli maritim bersama, latihan respons krisis, dan pembangunan pusat komunikasi regional di Fiji. Konteks global adalah meningkatnya engagement China di kawasan melalui investasi infrastruktur dan security agreement dengan beberapa negara pulau kecil. Dinamika aktor menunjukkan AS dan Australia berusaha mengimbangi tanpa konfrontasi langsung, dengan pendekatan 'soft security' seperti bantuan pengawasan perikanan dan cyber security. New Zealand bertindak sebagai moderator, menekankan engagement yang sesuai dengan nilai Pasifik. Implikasi jangka pendek bagi Indonesia adalah stabilitas di perbatasan maritim timur yang meningkat, namun juga muncul potensi 'proxy influence competition' di Papua Nugini dan wilayah Pasifik dekat Indonesia. Jangka panjang, revitalisasi ANZUS bisa mengkonsolidasi blok keamanan Barat di Pasifik, yang mungkin mengurangi ruang diplomasi Indonesia sebagai kekuatan Pasifik jika tidak aktif membangun kemitraan keamanan sendiri dengan negara pulau tersebut.
Entitas yang disebut
Organisasi: ANZUS
Lokasi: Australia, New Zealand, AS, Fiji, China, Papua Nugini, Indonesia, Pasifik