Teknologi

Risiko Fragmentasi Digital: Perang Teknologi AS-China dan Ancaman terhadap Kedaulatan Data Indonesia

09 Mei 2026 Global, Indonesia 7 views
Risiko Fragmentasi Digital: Perang Teknologi AS-China dan Ancaman terhadap Kedaulatan Data Indonesia
Kompetisi teknologi antara Amerika Serikat dan China telah melahirkan fenomena 'fragmentasi digital', dimana standar, infrastruktur, dan ekosistem teknologi terpecah menjadi blok-blok yang saling tidak kompatibel. Kebijakan seperti pembatasan ekspor chip AS dan dominasi platform digital China (e.g., Huawei, TikTok) memaksa negara-negara 'swing' seperti Indonesia untuk membuat pilihan strategis yang berisiko. Indonesia telah mengeluarkan regulasi perlindungan data nasional (UU PDP) dan mengembangkan platform digital pemerintah, namun kapasitas teknologi domestik masih terbatas. Analisis menunjukkan bahwa fragmentasi digital dapat mengisolasi Indonesia dari inovasi global jika tidak mampu membangun kemandirian teknologi. Implikasi keamanan mencakup risiko infiltrasi cyber dari kedua blok dan ketergantungan pada sistem yang mungkin tidak aman. Posisi strategis Indonesia adalah mengembangkan kerangka multilateral—misalnya melalui ASEAN—untuk mendorong standar digital yang terbuka dan netral, sekaligus investasi besar-besaran dalam penelitian teknologi dasar untuk mengurangi ketergantungan.

Entitas yang disebut

Organisasi: ASEAN

Lokasi: Amerika Serikat, China, Indonesia