Teknologi

Rivalitas Amerika Serikat-China dalam Pengembangan Kecerdasan Artifisial Militer dan Dampaknya pada Konflik Modern

02 Juni 2026 Amerika Serikat, China, Global 12 views
Rivalitas Amerika Serikat-China dalam Pengembangan Kecerdasan Artifisial Militer dan Dampaknya pada Konflik Modern
Perkembangan kecerdasan artifisial (AI) untuk aplikasi militer telah menjadi arena rivalitas strategis utama antara Amerika Serikat dan China dalam periode terakhir. Konteks globalnya adalah transformasi teknologi yang mendefinisikan generasi konflik berikutnya, mencakup sistem senjata autonom, analisis data intelijen, dan cyber warfare. Dinamika aktor menunjukkan kedua negara menginvestasikan sumber daya besar dalam penelitian dan pengembangan, dengan AS fokus pada kolaborasi dengan perusahaan teknologi seperti OpenAI melalui kontrak Pentagon, dan China memajukan AI melalui institusi negara dan perusahaan seperti Huawei. Kompetisi ini tidak hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga mengenai standar etika, regulasi internasional, dan dominasi dalam supply chain teknologi kritis. Analisis implikasi geopolitik menunjukkan bahwa race ini mempercepat polarisasi teknologi global, menciptakan risiko proliferasi AI militer kepada negara lain, dan mengaburkan garis tanggung jawaban dalam konflik. Untuk Indonesia, kepentingan strategisnya adalah memastikan bahwa perkembangan ini tidak membuat negara-negara dengan kapabilitas teknologi rendah menjadi lebih rentan, dan Indonesia perlu mengembangkan kebijakan nasional tentang AI dan keamanan untuk menjaga sovereign decision-making dalam pertahanan.

Entitas yang disebut

Organisasi: OpenAI, Pentagon, Huawei

Lokasi: Amerika Serikat, China, Indonesia