Kebijakan Pertahanan
Strategi Maritim China di Samudra Hindia: Dari ‘String of Pearls’ ke ‘Maritime Silk Road’ 2.0
Strategi maritim China di Samudra Hindia telah berevolusi dari model 'String of Pearls' (pangkalan militer) yang kontroversial menjadi pendekatan yang lebih terintegrasi dan multidimensi di bawah payung 'Maritime Silk Road' 2.0. Pendekatan baru ini menggabungkan investasi infrastruktur port komersial (seperti di Sri Lanka dan Pakistan), diplomasi keamanan maritim dengan negara pantai, penelitian oseanografi, dan penguatan armada kapal riset serta kapal bantu militer. Tujuannya adalah untuk mengamankan jalur suplai energi dan perdagangan, mengumpulkan intelligence, dan secara gradual menormalkan kehadiran militernya di perairan yang secara tradisional didominasi oleh India dan AS. Kehadiran China yang berkembang di Samudra Hindia memiliki implikasi langsung bagi keamanan maritim Indonesia, mengingat ALKI-1 dan ALKI-2 melintasi perairan ini. Indonesia perlu meningkatkan kemampuan pengawasan maritim domain awareness, memperkuat kerja sama dengan negara pantai Samudra Hindia lainnya, dan memastikan bahwa aktivitas China tunduk pada hukum laut internasional serta tidak mengganggu kedaulatan dan stabilitas kawasan.