Kebijakan Pertahanan

Strategi Pertahanan Udara Terpadu Negara-Negara Kepulauan: Pelajaran dari Modernisasi Sistem Pertahanan Jepang dan Filipina

31 Mei 2026 Jepang, Filipina, Indonesia, Asia Timur & Tenggara 0 views
Strategi Pertahanan Udara Terpadu Negara-Negara Kepulauan: Pelajaran dari Modernisasi Sistem Pertahanan Jepang dan Filipina
Negara-negara kepulauan seperti Jepang dan Filipina baru-baru ini mempercepat program modernisasi sistem pertahanan udara terintegrasi mereka, merespons meningkatnya aktivitas penerbangan militer asing di wilayah udara kedaulatan mereka. Jepang mengembangkan jaringan radar dan sensor yang saling terhubung di pulau-pulau terdepannya (remote islands), sementara Filipina mengadopsi sistem radar pantai dan rudal darat-ke-udara jarak menengah dari berbagai pemasok. Strategi ini berfokus pada deteksi dini, identifikasi cepat, dan respons terkoordinasi untuk melindungi ruang udara kedaulatan, suatu tantangan yang juga dihadapi Indonesia dengan luas wilayah dan ALKI-nya. Analisis terhadap pendekatan kedua negara mengungkap pelajaran penting bagi Indonesia: pertama, pentingnya interoperabilitas antara sistem sensor dari berbagai pemasok; kedua, kebutuhan akan pusat komando dan kendali (C2) terpadu yang dapat mengolah data dari semua elemen; dan ketiga, aspek diplomasi untuk mencegah eskalasi insiden di udara. Indonesia, dengan visi Poros Maritim Dunia dan tantangan pengawasan 17.000 pulau, dapat mengadopsi dan mengadaptasi konsep ini. Mengembangkan sistem pertahanan udara terpadu yang efektif tidak hanya meningkatkan kedaulatan, tetapi juga menjadi alat pencegah (deterrent) yang kredibel dan fondasi untuk kerja sama keamanan maritim yang lebih setara dengan mitra seperti Amerika Serikat, Australia, atau Jepang. Investasi ini juga akan mendorong penguatan industri pertahanan dalam negeri dalam bidang sistem sensor dan komando-kendali.

Entitas yang disebut

Lokasi: Jepang, Filipina, Indonesia, Amerika Serikat, Australia