Geo-Ekonomi
Transisi Energi ASEAN dan Dilema Ketahanan Regional: Memilih Jalur Netral atau Rentan dalam Konstelasi Global
Dalam konstelasi geopolitik yang dinamis, ASEAN menghadapi dilema strategis dalam transisi energi. Pembangunan infrastruktur energi terbarukan di kawasan, seperti proyek energi surya di Indonesia dan Vietnam, masih bergantung pada teknologi dan investasi dari negara-negara yang bersaing di kawasan Indo-Pasifik. Sementara China mendominasi pasokan komponen utama, Amerika Serikat dan Jepang mengembangkan aliansi teknologi untuk mengurangi ketergantungan ini. Ini menciptakan kerentanan bagi ASEAN, yang prinsipnya adalah menjaga netralitas dan ketahanan. Analisis menunjukkan bahwa tanpa kapasitas teknologi domestik yang kuat, keputusan investasi energi bisa menjadi proxy untuk pertarungan pengaruh geopolitik. Implikasi bagi Indonesia sebagai ekonomi terbesar di ASEAN adalah perlu mempertimbangkan strategi 'energy security sovereignty' melalui penguatan R&D nasional dan diversifikasi sumber teknologi, tidak hanya dari satu blok, untuk menjaga otonomi dalam menentukan jalur transisi yang sesuai dengan kepentingan nasional dan regional.
Entitas yang disebut
Organisasi: ASEAN
Lokasi: Indonesia, Vietnam, China, Amerika Serikat, Jepang, Indo-Pasifik