Kebijakan Pertahanan

Eskalasi di Laut China Selatan: Ujian Kredibilitas ASEAN Centrality dan Kepentingan Maritim Indonesia

01 Juli 2026 Laut China Selatan, Asia Tenggara 22 views
Eskalasi di Laut China Selatan: Ujian Kredibilitas ASEAN Centrality dan Kepentingan Maritim Indonesia
Insiden benturan antara kapal coast guard China dan kapal suplai Filipina di sekitar Second Thomas Shoal pada November 2025 menandakan eskalasi ketegangan di Laut China Selatan (LCS). [reuters.com](https://www.reuters.com/world/asia-pacific/chinese-coastguard-rammed-philippine-ship-south-china-sea-manila-says-2025-11-14/). Insiden ini terjadi dalam konteks perundingan Code of Conduct (CoC) yang lambat dan semakin kuatnya penegasan klaim sepihak oleh China melalui hukum baru tentang penegakan hukum di perairan yang diklaimnya. Dinamika ini menguji konsep 'ASEAN Centrality' dan kohesi internal ASEAN, di mana beberapa anggota memiliki kepentingan dan posisi berbeda terkait sengketa. Bagi Indonesia, sebagai negara kepulauan dan pemilik ZEE di sekitar Kepulauan Natuna, ketegangan di LCS memiliki implikasi langsung terhadap kedaulatan, keamanan maritim, dan stabilitas kawasan. Insiden ini memperkuat urgensi bagi Indonesia untuk secara konsisten mendorong penyelesaian damai berdasarkan UNCLOS 1982, sekaligus meningkatkan kemampuan pengawasan dan penegakan hukum di perairan Natuna. Implikasi jangka panjangnya, kegagalan ASEAN menjaga stabilitas LCS akan mendorong dominasi kekuatan ekstra-regional dan melemahkan pondasi tatanan keamanan regional yang selama ini dibangun.

Entitas yang disebut

Organisasi: China Coast Guard, ASEAN

Lokasi: Laut China Selatan, Second Thomas Shoal, Filipina, China, Indonesia, Kepulauan Natuna