Perspektif Global & Regional
Kebangkitan Kerjasama Keamanan Kuad di Indo-Pasifik: Antara Penangkal dan Fragmentasi Regional
Kerjasama Keamanan Kuad (Quadrilateral Security Dialogue) yang melibatkan Amerika Serikat, Jepang, India, dan Australia menunjukkan momentum yang meningkat sepanjang 2024, dengan fokus pada keamanan maritim, infrastruktur kritis, keamanan siber, dan kerjasama teknologi kritis. Inisiatif seperti Indo-Pacific Maritime Domain Awareness (IPMDA) bertujuan meningkatkan transparansi pergerakan kapal di wilayah perairan strategis. Namun, analisis mendalam mengungkap dilema kompleks bagi ASEAN dan Indonesia. Di satu sisi, keberadaan Quad dapat dianggap sebagai penangkal terhadap ekspansi pengaruh unilateral dan penegasan norma internasional. Di sisi lain, hal ini berpotensi memicu fragmentasi regional, memaksa negara-negara ASEAN untuk memilih sisi, dan mengikis sentralitas ASEAN (ASEAN Centrality) dalam arsitektur keamanan kawasan. Indonesia, dengan politik luar negeri bebas-aktif, menghadapi tantangan untuk terlibat dalam inisiatif Quad (seperti melalui kerja sama teknis) tanpa secara formal bergabung dalam aliansi yang dianggap menghadapi kekuatan tertentu. Implikasi jangka pendek adalah perlunya diplomasi yang lincah untuk menjelaskan bahwa keterlibatan dengan Quad adalah untuk tujuan kapasitas building, bukan aliansi. Jangka panjangnya, ASEAN harus memperkuat mekanisme keamanan sendiri seperti ADMM-Plus dan membangun kapabilitas kolektif yang kredibel agar tidak menjadi penonton dalam dinamika keamanan yang didikte oleh kekuatan besar di luar kawasan.
Entitas yang disebut
Organisasi: Quadrilateral Security Dialogue, Amerika Serikat, Jepang, India, Australia, ASEAN, Indonesia, ADMM-Plus
Lokasi: Indo-Pasifik, Indonesia