Perspektif Global & Regional

Kebijakan Luar Negeri Afrika di Tengsa Persaingan AS-China-Rusia: Pelajaran bagi Diplomasi Global Selatan

03 Juni 2026 Afrika, Global 12 views
Kebijakan Luar Negeri Afrika di Tengsa Persaingan AS-China-Rusia: Pelajaran bagi Diplomasi Global Selatan
Benua Afrika telah menjadi arena persaingan pengaruh yang sengit antara Amerika Serikat, China, dan Rusia. Namun, respon negara-negara Afrika justru menunjukkan agency dan keunggulan taktis diplomasi Global Selatan. Banyak negara seperti Kenya, Senegal, dan Angola menolak untuk memilih satu blok, melainkan mempraktikkan 'diplomasi multialiansi' (multi-alignment diplomacy) – mengambil investasi infrastruktur dari China, bantuan militer dan keamanan dari Rusia, serta dukungan demokrasi dan perdagangan dari AS, secara bersamaan. Pendekatan ini dimungkinkan oleh sentimen anti-kolonial yang kuat dan keinginan untuk memaksimalkan keuntungan dari persaingan kekuatan besar. Dinamika Afrika ini memberikan cermin dan pelajaran berharga bagi Indonesia dan negara Global Selatan lainnya. Ini membuktikan bahwa dalam dunia yang multipolar, negara menengah memiliki ruang manuver yang lebih besar jika memiliki strategi luar negeri yang jelas dan koheren. Prinsip 'bebas-aktif' Indonesia menemukan resonansi dalam praktik ini, tetapi perlu diperkuat dengan kapasitas teknis diplomasi yang lebih tangguh untuk mengelola hubungan yang kompleks dengan berbagai kekuatan secara paralel. Implikasi strategisnya adalah perlunya Indonesia memperdalam kerja sama Selatan-Selatan, tidak hanya dalam kerangka ekonomi G77, tetapi juga dalam isu-isu politik dan keamanan. Membangun front diplomatik bersama dengan negara-negara Afrika dan Amerika Latin dalam forum PBB dapat memperkuat posisi tawar Global Selatan dalam mengatur agenda global, seperti reformasi Dewan Keamanan PBB atau aturan main perdagangan. Pelajaran dari Afrika menunjukkan bahwa agency itu dimenangkan, bukan diberikan.