Kebijakan Pertahanan
Kebijakan Nuklir 'Launch on Warning' Korea Utara dan Tantangan Stabilitas Nuklir Regional
Pengumuman Korea Utara tentang kebijakan nuklir 'launch on warning' menandai peningkatan signifikan dalam risiko ketidakstabilan strategis di Asia Timur. Analisis ini membahas bagaimana doktrin ini, yang mempersingkat waktu pengambilan keputusan untuk serangan balasan, meningkatkan potensi kesalahan kalkulasi dan eskalasi konflik yang tidak disengaja. Dinamika aktor utama melibatkan respons pertahanan dari AS, Korea Selatan, dan Jepang yang semakin terintegrasi, serta posisi China dan Rusia yang ambivalen. Bagi Indonesia dan ASEAN, hal ini merupakan tantangan eksistensial terhadap lingkungan keamanan regional yang bebas senjata nuklir. Implikasi jangka panjangnya adalah erosi prinsip-prinsip ZOPFAN dan upaya denuklirisasi Semenanjung Korea, mendorong perlunya diplomasi preventif yang lebih aktif dari poros tengah ASEAN untuk mencegah proliferasi dan perlombaan senjata.