Pangan/Energi
Krisis Pangan Global: Ancaman Tersembunyi bagi Stabilitas Negara Berkembang
Krisis pangan global yang dipicu oleh kombinasi perubahan iklim ekstrem, konflik di wilayah produsen gandum (Ukraina, Rusia), dan kebijakan proteksionisme ekspor oleh sejumlah negara, telah menjadi ancaman geopolitik tersembunyi yang menggerogoti stabilitas negara-negara berkembang. Kelangkaan dan lonjakan harga pangan memicu gelombang demonstrasi dan ketidakpuasan sosial, seperti yang terlihat di beberapa negara pada 2025. Ancaman ini bersifat sistemik dan dapat menggoyang legitimasi pemerintahan. Bagi Indonesia, yang relatif memiliki ketahanan pangan berbasis beras, ancaman datang dari komoditas lain seperti gandum yang hampir seluruhnya diimpor, serta gangguan pada rantai pasok input pertanian. Analisis menunjukkan bahwa krisis pangan tidak lagi semata isu kemanusiaan, melainkan isu keamanan nasional dan stabilitas politik. Implikasi jangka pendek memerlukan diversifikasi sumber pangan pokok dan cadangan strategis. Dalam jangka panjang, Indonesia harus mentransformasi sektor pertaniannya menjadi lebih tangguh terhadap iklim dan mandiri dalam teknologi benih serta pupuk, menjadikan swasembada pangan yang berkelanjutan sebagai tameng utama menghadapi gejolak global.
Entitas yang disebut
Lokasi: Ukraina, Rusia, Indonesia