Kebijakan Pertahanan

Laporan CSIS tentang Modernisasi Alutsista TNI AU: Posisi dalam Kompetisi Aerospace di Asia Tenggara

06 Juni 2026 Indonesia; Asia Tenggara 11 views
Laporan CSIS tentang Modernisasi Alutsista TNI AU: Posisi dalam Kompetisi Aerospace di Asia Tenggara
Laporan dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) mengenai modernisasi alutsista TNI AU, termasuk pengadaan dan upgrade fighter jets, transport, dan surveillance aircraft, memberikan analisis tentang posisi Indonesia dalam kompetisi aerospace di Asia Tenggara. Fakta menunjukkan Indonesia telah melakukan pembelian F-15EX dari AS, mengupgrade Sukhoi, dan berencana untuk sistem UAV untuk surveillance. Konteks regional adalah Asia Tenggara sebagai area dimana beberapa negara seperti Vietnam, Thailand, dan Malaysia juga sedang meningkatkan kemampuan air force mereka, dalam lingkungan dimana China dan AS memiliki kemampuan aerospace yang jauh lebih besar dan mempengaruhi balance regional. Dinamika aktor melibatkan TNI AU sebagai aktor utama, dengan supplier seperti AS, Rusia, dan mungkin negara lain seperti Korea atau Turki untuk UAV. Kepentingan strategis Indonesia adalah memiliki air force yang mampu menjaga kedaulatan udara atas wilayah luasnya, mendukung operasi maritim di Natuna dan perbatasan, serta memberikan deterrence terhadap potensi ancaman udara. Modernisasi ini juga terkait dengan kemampuan untuk patroli dan surveillance di area konflik potensial seperti Laut China Selatan. Implikasi jangka pendek adalah peningkatan kemampuan operasional TNI AU untuk tugas-tugas rutin dan latihan bersama dengan negara partner. Implikasi jangka panjang, jika modernisasi berjalan konsisten, dapat mengubah calculation kekuatan udara di ASEAN, dimana Indonesia mungkin menjadi salah satu air force dengan kemampuan paling komprehensif. Ini dapat meningkatkan perannya dalam security cooperation ASEAN dan dengan partner seperti AS dan Australia. Namun, tantangan adalah integrasi sistem dari berbagai sumber (AS, Rusia) yang kompleks, biaya maintenance yang tinggi, dan kebutuhan untuk terus mengembangkan kemampuan personel dan C4ISR untuk memanfaatkan alutsista modern secara efektif.