Geo-Ekonomi

Perang Dagang AS-China Babak Baru: Restriksi Chip dan Implikasinya terhadap Rantai Pasok Global serta Diversifikasi Mitra Indonesia

16 Mei 2026 Amerika Serikat, China, Global 7 views
Perang Dagang AS-China Babak Baru: Restriksi Chip dan Implikasinya terhadap Rantai Pasok Global serta Diversifikasi Mitra Indonesia
Administrasi AS memperkenalkan serangkaian sanksi dan kontrol ekspor baru terhadap perusahaan teknologi dan semikonduktor China pada akhir 2025, memperdalam fragmentasi dalam ekosistem teknologi global. Langkah ini merupakan eskalasi dari kebijakan 'decoupling' atau 'de-risking' yang bertujuan membatasi kemampuan China dalam mengakses teknologi komputasi mutakhir untuk aplikasi militer dan AI. Dinamika aktor utama masih didominasi oleh dua raksasa ekonomi, tetapi dampaknya menyebar ke negara-negara penghubung (connector states) seperti Taiwan, Korea Selatan, dan negara-negara ASEAN yang menjadi bagian penting dari rantai pasok. Bagi Indonesia, situasi ini menciptakan tekanan sekaligus peluang. Tekanan muncul dari potensi gangguan pada rantai pasok industri manufaktur dan digitalisasi dalam negeri yang bergantung pada komponen impor. Peluang strategis terletak pada upaya memperdalam diversifikasi mitra ekonomi dan investasi, termasuk menarik lebih banyak investasi dari pihak yang terdampak perang dagang untuk relokasi pabrik ke Indonesia. Implikasi jangka panjangnya, Indonesia perlu mempercepat pengembangan klaster industri semikonduktor dan elektronik sendiri, meskipun dalam tahap hilir, serta memainkan peran diplomatik yang lebih aktif dalam menjaga stabilitas perdagangan regional melalui mekanisme ASEAN dan RCEP, untuk mencegah kawasan menjadi medan proxy dari persaingan teknologi AS-China.

Entitas yang disebut

Organisasi: Administrasi AS, ASEAN, RCEP

Lokasi: AS, China, Taiwan, Korea Selatan, ASEAN, Indonesia