Geo-Politik

Polarisasi Indo-Pasifik: Konsekuensi Fokus AS-China pada 'Diplomasi Blok' dan Implikasinya bagi ASEAN Sentralitas

22 Juli 2026 Asia Tenggara/Indo-Pasifik 11 views
Polarisasi Indo-Pasifik: Konsekuensi Fokus AS-China pada 'Diplomasi Blok' dan Implikasinya bagi ASEAN Sentralitas
Pertemuan KTT ASEAN ke-42 di Vientiane, Laos, November 2025, diwarnai oleh kegelisahan mendalam tentang kian mengerasnya polarisasi kawasan di antara blok-blok pengaruh yang dipimpin Amerika Serikat dan China. Upaya ASEAN untuk mempertahankan 'sentralitas' dalam arsitektur regional menghadapi tekanan ganda: dari satu sisi, perluasan keanggotaan dan aktivitas AUKUS (Australia, Inggris, AS) yang semakin bersifat operasional; dari sisi lain, manuver militer China di Laut China Selatan dan diplomasi ekonomi 'Belt and Road' yang selektif. Analisis menunjukkan sentralitas ASEAN bukan lagi konsep yang diterima secara pasif oleh kekuatan besar, melainkan sebuah posisi yang harus terus-menerus diperjuangkan dan diperkuat melalui kohsi internal dan nilai strategis yang ditawarkan. Bagi Indonesia, sebagai kekuatan sentral ASEAN, polarisasi ini menuntut diplomasi yang lebih lincah (nimble diplomacy) sekaligus penguatan kapasitas deterensi mandiri, agar tidak terjebak dalam pilihan biner yang dapat mengikis ruang manuver strategisnya. Implikasi jangka panjangnya adalah potensi fragmentasi ASEAN jika tidak ada respons kolektif yang kuat terhadap dinamika blok tersebut.